Turunnya Bidadari Pertama...

Sahabat semua, inilah rahasianya:
Jangan Membut Mereka Bersedih
  • Bahwa keridhaan Yang Maha Kuasa itu tidak terlepas dari keridhaan orang tua? Lingkar Pencipta itu tidak terlepas dari Lingkar Keluarga. Kalau Dia sudah ridha, maka menggerakan LOA, doa dan impian adalah perkara yang mudah.
  • Bahwa berbakti kepada orang tua itu akan menguak langit dan memanggil rezeki? Soal ini, Anda boleh pegang kata-kata saya! Memang itulah yang sebenarnya!
  • Tahukah Anda, berbakti kepada tua membuat rezeki Anda betul-betul tercurah? Namun hati-hati, demikian pula sebaliknya.
  • Begitu doa orang tua Anda selaras dengan doa Anda, berarti doa Anda menjadi lebih melangit. Begitu impian orang tua Anda selaras dengan impian Anda, berarti impian Anda menjadi lebih ‘bersayap’. Ya, melipatkangandakan kekuatan doa dan LOA! Inilah dampak dari keselarasan impian.
  • Karena cukup sulit meminta orang tua untuk mengganti atau mengubah doa mereka, maka saran praktis dari saya, mintalah mereka untuk menyebutkan impian Anda dalam doa mereka. Percayalah, ini jauh lebih gampang ketimbang mengganti atau mengubah doa mereka.
  • Lebih baik lagi jika Anda awali dengan meminta maaf (ulang) kepada orang tua Anda.
  • Orang tua dan doanya, inilah bidadarai pertama.
  • Bagaimana kalo orang tuanya sudah tiada? Kita doakan orang tua kita dan mohonkan ampun untuk mereka berdua. 
  • Selanjutnya pengganti mereka di dunia adalah orang tua isteri kita. Ya bapak dan ibu mertua kita. Pengganti orang tua adalah saudara dan kerabat mereka berdua.



Kembali soal keselarasan. Ibarat sholat berjamaah, imam mesti memastikan keselarasan niat seluruh orang di belakangnya. Dengan itu berharap sholat itu mendapat 27 derajat pahala, ukuran yang paling powerfull. Demikian pula dengan impian, Anda harus memastikan keselarasan impian Anda dengan impian orang tua Anda dan pasangan Anda. Akan lebih powerfull lagi, jika Anda berhasil memastikan keselarasan impian Anda dengan impian tim Anda, kerabat Anda dan teman-teman Anda. Makin banyak, makin selaras, makin powerfull. Sebuah Keajaiban.

Kesenangan Pribadi vs Kesenangan Orang Tua

Saya punya satu kisah menarik untuk Anda. Siang itu, salah seorang sahabat saya ingin membeli satu unit rumah di perumahan yang saya kembangkan. Ketika kami bertemu, dia bilang: ‘Pengen sih Pak. Hitung-hitung buat investasi. Tapi saya juga mau mengumrahkan ibu saya. Jadi rada bingung ngatur duitnya’. Yah antara kesenangan pribadi dan kesenangan orang tua. Lantas apa jawaban saya? ‘Kalau begitu, tunda dulu beli rumahnya. Mending umrahkan dulu sang ibu. Kapan lagi bisa menyenangkan hati orang tua?’. Dengan kata lain saya melepaskan seoran calon pembeli. Akhirnya sahabat saya memutuskan tetap membeli rumah dan tetap mengumrahkan ibunya.


Kemudian, apa yang terjadi? tidak disangka-sangka, dia malah memenangkan salah satu doorprize yan memang disediakan dan diundi untuk setiap pembeli perumahan saya. Hmm, Anda mau tahu apa doorprize-nya? Satu unit motor senilai belasan juta! Hampir setara dengan biaya umrah tersebut. Saya sampai terkagum sendiri. Dia dapat rumah, dapat motor, mengumrohkan orang tua dan berbakti kepada orang tua. Yan kepikir hanya dapat satu, ujung-ujungnya malah dapat semuanya.
Begitulah kalau yang namanya berbakti kepada orang tua tidak akan pernah berakhir dengan sia-sia. Apa bila Anda berhasil membuat Sepasang Bidadari tersenyum, pastilah Yang Maha Kuasa serta merta mengulurkan tanganNya untuk Anda.
Nah sekarang mungkin Anda sudah bisa menebak siapa Sepasang Bidadari itu?

Doa vs Loa

Pembaca mungkin pernah mendengar tentang Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction). Supaya mudah sebut saja LOA. Intinya kurang lebih begini: apa yang Anda pikirkan, itulah yang semesta berikan. Boleh juga dibilang, pikiran Anda-lah yang menarik segala sesuatu menjadi terjadi. Tentu saja itu terjadi dengan izin Yang Maha Kuasa. Bukankah Dia itu persis seperti persangkaan hambaNya?


Loa itu punya hukum-hukum tersendiri, berikut sederet hukum LOA yang tersembunyi selama ini:

  • Tahukan Anda, doa itu terkait dengan LOA? Yap, keduanya saling menguatkan satu sama lain.
  • Tahukah Anda, pada hakikatnya doa, impian dan harapan itu kurang lebih sama saja? Ia sesuatu yang ingin Anda wujudkan.
  • Tahukan Anda, terdapat satu ikatan yang menghubungkan Anda dengan orang-orang disekitar Anda? Sehingga mau tidak mau, ikatan ini memengaruhi terwujud atau tidaknya impian Anda.
  • Tahukan Anda, begitu impian orang-orang di sekitar Anda selaras dengan impian Anda, berarti impian Anda menjadi lebih ‘bersayap’. Dimana impian Anda akan lebih cepat terwujud. Sangat Cepat!
  • Tahukan Anda, pikiran yang kosong itu gampang ‘kesambet’? maksud saya pikiran yang kosong mudah dikalahkan oleh pikiran yang berisi. Pikiran yang lemah mudah dikalahkan oleh pikiran yang kuat. Pikiran yang ragu-ratu muah dikalahkan oleh pikiran yang yakin.
  • Sebagian kita mungkin kadang menggerutu: Mengapa Yang Maha Kuasa tidak mau mengabulkan doa dan mewujudkan impian kita. Padahal bukan begitu. Justru kitalah yang tidak mau mematuhi hukum-hukum LOA. Ingatlah, doa itu terkait erat dengan LOA. 
  • Dengarkan saya, gabungan antara adab doa dan hukum LOA membuat impian Anda terwujud dalam waktu yang jauh lebih cepat! Jadi gabungan keduanya bukan salah justru sudah menjadi yang seharusnya.
  • Stephen Covey pernah berkata: ‘sesuatu yang tidak bisa Anda kendalikan, maka lupakan saja’. Menuru saya ini kurang tepat, sesungguhnya segala sesuatu masih bisa Anda ‘kendalikan’. Dengan apa? Dengan doa, dzikir dan sejenisnya.



Pecundang vs Pemenang

Keajaiban #2
Sepasang Bidadari
Lingkar Keluarga

Pecundang vs Pemenang

Kita simak kisah seorang anak yang sering dianggap pecundang oleh lingkungan di sekitarnya, begini ceritanya:
Sejak kecil ia sudah sakit-sakitan. Bahkan ketika SD pernah 1 bulan ia tidak masuk sekolah karena sakit, dapat dikatakan diantara teman-temannya dialah anak yang paling sering sakit
Sampai SMA kondisi fisiknya masih sangat lemah. Hampir setiap bulan ia selalu tidak masuk sekolah selama beberapa hari karena alasan sakit. Saking lemahnya hampir setiap upacara dia selalu pingsan. Dia laki-laki dan sudah SMA.
Bukan Cuma gampang sakit. Ketika kelas 3 SMP ia adalah anak paling bodoh untuk mata pelajaran Bahasa Inggris. Ketika kelas 1 SMA ia adalah satu-satunya anak yang tidak berani tampil di depan kelas. Selain minder ia juga kuper. Teramat sangat kupernya.
Tidak cukup sampai disitu, keluarganya yang serba pas-pasan itu tinggal di rumah kontrakan di Dumai, sebuah kota kecil di Riau. Selama 10 tahun ibunya bekerja dan setiap hari pulang pergi naik becak. Kemudian keluarganya pindah ke kota lain di Kepulauan Riau dan tinggal di rumah tipe 21. Yah, terhitung rumah sangat kecil untuk sebuah keluarga yang terdiri dari 6 orang.
Ketika ia merantau kuliah. Ayahnya meninggal dunia. Agar bisa bertahan hidup dan kuliah, ia berjualan makanan setiap harinya dari pukul 6 sore sampai pukul 12 malam.
Begitu beranjak remaja dan dewasa barulah ia menyadari kelemahan-kelemahan dirinya. Ia pun berniat, berhasrat dan bertekad untuk berubah dari pecundang menjadi pemenang. Dan berka pertolongan Yang Maha Kuasa melalui Sepasang Bidadari, ia berhasil mengubah nasibnya. Betul-betul berubah!
  • Bagaimana kesehatannya? Dibanding teman-teman dan saudara-saudaranya dialah yang paling jarang sakit. Jika sakit sekalipun, hampir selalu sembuh tanpa harus berobat atau pergi ke dokter.
  • Bagaimana dengan Bahasa Inggrisnya... kini ia sempat jadi penerjemah untuk proyek PBB, dosen untuk kelas internasional dan pengarang lagu dengan lirik Bahasa Inggris
  • Bagaiamana dengan penampilannya di depan umum? Selain jadi dosen ia juga menjadi pembicara nasional. Dan ia pernah menjadi satu-satunya pembicara nasional yang masih tinggal di daerah dan masih berusia 20an. Yah.. kelemahannya telah berubah menjadi kekuatannya.
  • Bagiamana dengan kupernya? Ratusan ribu temannya bertebaran di seluruh Indonesa dan manca negara. Pengaruhnya pun meningkat berlipat melalui seminar, buku dan bisnisnya.
  • Bagaiamana dengan keuangannya? Ia pun memiliki beberapa bisnis.

Siapa Dia?
Dengan kerendahan hati saya sampaikan, orang itu adalah saya sendiri, Ippho Santosa (Penulis Buku 7 Keajaiban Rezeki).

Tidak peduli dengan segala kepecundangan karena bagi Allah tidak ada yang mustahil. Apalagi jika sepasang bidadari sudah turut menyertai. Siapakan Sepasang Bidadari itu?